Kamis, 10 Januari 2013

Terkait Pemerkosaan India, Polisi Minta Maaf


Foto : Demonstran kecam tragedi pemerkosaan (AP)
Foto : Demonstran kecam tragedi pemerkosaan (AP)
NEW DELHI - Kepolisian New Delhi, India, menyampaikan permintaan maafnya ke Pengadilan Tinggi karena tidak memberitahu nama dua petugasnya yang berpatroli di lokasi kejadian pemerkosaan. Patroli itu mengendarai mobil van yang dilengkapi ruang kontrol kamera.

Pengadilan Tinggi New Delhi marah karena kepolisian tidak memberikan nama petugasnya yang bekerja di Ruang Kontrol Kepolisian (PCR) di dalam mobil polisi yang berpatroli. Polisi sebelumnya mengklaim, tindakan mereka sama sekali tidak bisa disalahkan.

Tepat pada hari ini, kepolisian langsung mengutarakan permintaan maafnya dan menyebut nama-nama dari petugasnya yang melakukan patroli di saat kejadian berlangsung. Pengadilan langsung meminta Kementerian Dalam Negeri India untuk menambah jumlah mobil van PCR di kota untuk menjamin keselamatan warga. Demikian, seperti diberitakan IANS, Kamis (10/1/2013).

Selain itu, pengadilan turut mendesak Pemerintah India untuk memantau komisi penyelidikan dibentuk guna menangani kasus pemerkosaan ini. Polisi pun sempat dikritik oleh kekasih korban pemerkosaan, karena lalai dan terlambat dalam menolong korban.

Menurut kesaksian seorang tukang kayu yang dirampok pelaku, dua orang polisi India melintas dan berpatroli di lokasi kejadian perkara tepat setelah korban masuk ke dalam bus. Meski demikian, kedua polisi itu menolak untuk mengejar bus itu dan menyarankan tukang kayu tersebut mengadukan keluhannya ke kantor polisi.

Tukang kayu itu berpendapat, bila dua polisi itu mengejar bus yang dikemudikan pelaku, insiden pemerkosaan nahas itu tidak akan terjadi. Korban pun akhirnya dianiaya dan setelah peristiwa itu berlangsung, korban langsung dibuang ke luar bus.(AUL)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar