Kenzoo
- Mempunyai kulit yang sehat dan bebas jamur merupakan keinginan semua
orang. Dan menjadikan suatu hal yang memalukan jika terdapat jamur pada
kulit kita, apalagi ketika kita sedang berada ditempat umum. Lantas
bagaimana lagi jika gatal-gatal itu terasa pada puting anda. Ini
biasanya terjadi kebanyakan pada wanita. Banyak penyebab yang bisa
disalahkan yang mengakibatkan gatal gatal tersebut. Jika dalam tips kesehatan pada posting sebelumnya kenzoo pernah hadirkan cara tradisional menghilangkan panu, maka berikut ini akan kenzoo ulas tentang Penyebab Gatal Pada Puting.
Dermatitis Kontak - Kebanyakan orang
yang akrab dengan jenis dermatitis, penyebab gatal pada puting bisa
jadi mungkin timbul dari racun nikel anting-anting, karet / lateks, atau
produk yang mengandung wewangian binatu. Zat ini dapat memicu
gatal-gatal pada kulit, nyeri, dan berbagai lesi (misalnya, lepuh kecil,
ruam merah) yang dapat membuka dan membentuk krusta. Kadang-kadang
reaksi kulit terjadi setelah kontak pertama, tetapi dalam beberapa kasus
berulang eksposur dari waktu ke waktu yang berakibat pada reaksi
alergi. Pengobatan yang bisa dilakukan dengan mengunakan krim
steroid/salep atau tacrolimus yang bisa didapat dari dokter anda.
Dermatitis seboroik - Penyebab umum
dari gatal, kulit yang meradang adalah Dermatitis Seboroik (DS). Hal ini
terutama terdapat pada dada bagian atas, punggung, kulit kepala, dan
wajah yang mana terdapat kelabihan produksi sebum. Artinya, DS
ditemukanpada bagian kulit yang paling berminyak. Selain gatal, bisa
juga terdapat sisik kulit flakey yang berwarna putih atau kuning .
Antara 11-12% orang dewasa akan memiliki Dematitis Seboroik dan biasanya
akan mengalami gangguan gatal saat berusia antara 30 sampai dengan 50
tahun.
Diagnosis DS didasarkan pada lokasi lesi. Karena merupakan kondisi
kronis, orang tersebut kemungkinan memiliki sejarah wabah serupa di
wilayah yang sama. DS cenderung meningkat di musim panas dan pada puting
susu dapat diobati dengan lotion yang mengandung selenium,
ketoconazole, atau kortikosteroid. Selain itu, bisa juga dengan
ketoconazole atau Ciclopirox, namun harus dalam pengawasan ketat oleh
tim medis anda.
Candida - Ini merupakan jenis jamur yang biasa terdapat pada vagina dan bisa jadi Penyebab Gatal Pada Puting
terutama pada perempuan yang sedang menyusui. Gejala yang paling umum
yang diakibatkan infeksi jamur adalah kulit terkelupas atau mengkilap
disertai dengan nyeri payudara. Diagnosis Candida dari puting dapat
dilakukan dengan menggores kulit. Pada wanita menyusui bisa terjadi
gatal terutama jika bayi mempunyai jamur dimulutnya. Untuk mengatasi hal
tersebut pada wanita menyusui dengan cara nistatin yang mengandung
salep agar bayi tetap menerima ASI tersebut.
Gesekan - Iritasi jaringan sensitif pada puting dapat timbul karena gesekan dari pakaian terhadap puting. Mungkin contoh yang paling dramatis dari hal ini adalah pada saat jogging atau lari. Dalam sebuah laporan tentang cedera dermatologi, antara 3-16% dari pelari mengeluh gatal pada puting dan iritasi. Ini bisa terjadi baik pria maupun wanita. Baca juga : Dampak Buruk Penggunaan Pakaian Ketat.
Neurodermatitis - Neurodermatitis bisa
juga dikenal dengan awal fenomena gatal. Ini dimulai dengan adanya
iritasi yang bisa berupa eksim, dermatitis atopik, infeksi jamur, atau
bahkan gesekan pakaian. Gatal kronis dan menggaruk akan menciptakan
siklus dan merangsang gatal terus yang berakibat pada penebalan kulit
dan kasar. Sementara ekstremitas adalah situs umum, itu juga dapat
ditemukan pada puting dan biasanya satu sisi saja. Neurodermatitis lebih
umum di kalangan wanita, dan lebih menonjol antara usia 30-50. Diagnosa
dibuat dengan mengesampingkan sumber gatal. Biopsi kulit mungkin
dilakukan untuk mengkonfirmasi neurodermatitis jika belum ada respon
terhadap perawatan kulit lainnya. Karena neurodermatitis dapat
diperburuk selama masa stres dan kecemasan seseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar