Mengatasi Gangguan Kram Saat Menstruasi
- Ganguan menstruasi banyak sekali ditemukan pada wanita. Salah satu
gangguan yang paling umum dan menjadi hal yang ditakutkan terutama bagi
perempuan muda adalah "kram". Dalam tips kesehatan pada artikel sebelumnya kenzoo pernah share tentang Cara Menghindari Kejang Otot atau Kram,
Berikut ini masih seputar kram namun terkait dengan gangguan menstruasi
pada wanita. Kram saat menstruasi atau dalam istilah kedokteran disebut
dismenore adalah nyeri perut dan panggul yang dialami oleh
wanita pada saat tahap awal menstruasi. kram ini bisa terjadi secara
ringan hingga sangat parah. Kram menstruasi ringan mungkin hampir tidak
terlihat dan durasinya pendek
dan kadang-kadang hanya seperti rasa berat di perut. Kram
menstruasi berat dapat begitu menyakitkan sehingga ini mengganggu
aktivitas rutin seorang wanita untuk beberapa hari. Puncak dari kram
biasanya terjadi dalam waktu 24 jam setelah onset, dan mereda setelah
satu hingga dua hari. Ketidaknyamanan ini akan semakin bertambah parah
hingga menjalar ke punggung bawah dan bahkan sampai ke kaki.
Gangguan kram saat menstruasi tidak sama dengan gejala yang dialami
karena premenstrual sindrom (PMS), meskipun gejala keduanya bisa datang
secara bersamaan. Penelitian medis menunjukkan bahwa kram menstruasi
sering terjadi lebih buruk pada wanita yang mulai menstruasi dan yang
memiliki jangka waktu yang lama. Merokok dan riwayat kram menstruasi
keluarga sering dikaitkan dengan kram menstruasi yang menyakitkan. Gangguan menstruasi
ini mempengaruhi lebih dari 50% perempuan dan 15% mengalami kram yang
parah. Bagi gadis remaja, 90% mereka mengalami kram menstruasi.
Ada dua jenis Kram menstruasi atau dismenore, yaitu Primer dan Skunder.
Pada dismenore primer, tidak ada masalah ginekologi yang mendasari
menyebabkan rasa sakit. Jenis gangguan menstruasi dapat dimulai dalam waktu enam bulan
sampai satu tahun sejak awal menstruasi, saat seorang gadis
mulai mengalami periode menstruasi. Kram menstruasi biasanya tidak
dimulai sampai siklus menstruasi ovulasi (ketika telur dilepaskan dari
ovarium) terjadi, dan perdarahan menstruasi biasanya dimulai
sebelum timbulnya ovulasi.
Pada
dismenore sekunder, beberapa kondisi abnormal yang mendasarinya,
biasanya melibatkan sistem reproduksi wanita akan memberikan kontribusi
untuk nyeri haid. gangguan menstruasi ini akan terjadi jelas pada menarche (awal menstruasi), namun
lebih sering dan kondisinya semakin berkembang kemudian.
Pengobatan untuk kram menstruasi umum (dismenore primer)
Pilihan pengobatan bervariasi dan setiap wanita perlu untuk menemukan
pengobatan yang bekerja untuknya. Menurut Dokter pengajar di harvard
medical scool, Pengobatan gangguan menstruasi yang tidak
melibatkan penggunaan obat adalah dengan cara istirahat yang cukup dan
tidur, olahraga teratur (terutama berjalan), dan berhenti merokok bagi
yang mempunyai kebiasaan buruk tersebut. Beberapa wanita menemukan bahwa
pijat perut, yoga, atau aktivitas seksual orgasme
dapat membantu. Selain itu dengan memberikan pengompresan dengan handuk
panas yang diterapkan pada daerah perut juga dapat mengurangi rasa
sakit.
Untuk kram menstruasi ringan, Pengobatan bisa langsung dengan
menggunakan obat jenis aspirin dan acetaminophen (Tylenol), atau
acetaminophen plus diuretik (seperti Diurex MPR, Midol, Pamprin,
Premesyn). Namun, aspirin memiliki efek terbatas dalam mengendalikan
produksi prostaglandin dan hanya berguna untuk gangguan mestruasi kram
ringan. Untuk kram menstruasi moderat, anti-inflamasi nonsteroid (NSAID)
dapat membantu mengatasi gangguan menstruasi ini. Obat
ini lebih efektif daripada aspirin dalam menghambat produksi dan
tindakan dari prostaglandin. Jenis obat NSAID yang tersedia adalah:
- Ibuprofen (Advil, Midol IB, Motrin, Nuprin, dan lain-lain)
- Naproxen sodium (Aleve, Anaprox)
- ketoprofen (Actron, Orudis KT)
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam mengatasi gangguan menstruasi
dengan menggunakan NSAD, sebaiknya dimulai 1 hinnga 2 hari sebelum
mnenstruasi dan terus meminumnya hingga 1 sampai 2 hari mentsruasi
berlangsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar